Sabtu, 07 Oktober 2017

My experience

Bukan sekali atau dua kali aku mengalami kisah cinta seperti ini. Yes betul, berkali-kali aku mengalami kisah cinta seperti ini, dimana harus rela melepaskannya walau hati sebenarnya tidak mampu. Mungkin menurut orang-orang jika sudah mengalami hal yang sama berkali-kali tidak akan kaget, akan merasa biasa saja dan mampu melewati, tapi menurutku tidak. Tidak sama sekali, walaupun aku sudah mengalami kisah cinta yang sangat perih ini berkali-kali tapi aku tidak pernah bahkan sulit untuk melakukannya. Karena melepaskan seseorang tidaklah mudah seperti halnya membalikkan telapak tangan.
Mengapa? Jangan tanyakan itu, karena akupun tidak tahu apa jawabannya.
Sakit? Iya, karena aku hanya merasakan sendiri tidak dengan dia.
Perih? Sangat, betapa tidak perih jika banyak orang bilang harus melepasnya tapi pada kenyataannya tidak mampu.
Sedih? Jelas, entah karena apa aku selalu mengeluarkan air mata jika hati gelisah dan memikirkannya.
Benci? Tentu, bukan benci terhadapnya melainkan aku benci terhadap diri sendiri karena masih saja ada bayangnya.
Lelah? Pasti, lelah dengan kondisi seperti ini, lelah berkali-kali mengeluarkan air mata kesedihan yang seharusnya aku simpan untuk air mata kebahagiaanku nanti.
Dan semua itu sudah tidak ada artinya, sia-sia rasanya jika aku terus-menerus berada dalam situasi tersebut. Akan ada seseorang yang bahagia(mungkin) melihat aku tersiksa seperti ini, melihat aku meratapi kesedihan dan merasakan kesedihan yang terdalam.
Untuk itu aku selalu bersugest bahwa aku harus mampu, harus bisa dan harus kuat menjalani dengan atau tanpa adanya dia. Memang sulit jika di praktekan karena aku juga sudah melakukan dan hasilnya nihil, bayangannya selalu menghantuiku, hati selalu ingin tahu kabar beritanya dan tak lupa ingin selalu menyapa nya walau sebenarnya aku takut akan responnya kepadaku.

Namun aku tidak mungkin terus-menerus seperti ini, aku juga ingin merasakan senang dan bahagia kembali tanpa memikirkan hati yang luka dan tanpa memikirkan dia. Setelah ini segeralah aku beranjak untuk bangkit, untuk mengembalikan semangatku kembali, bukan karena dia tapi karena orang-orang yang selama ini selalu mensupport aku dan orang-orang itu adalah orang-orang hebat yang tidak mau melihat aku bersedih dan tentunya selalu menanti untuk melihat aku tersenyum dan tertawa tanpa beban.